Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Heboh! Ngentot Anal Janda Bidadari X 2

 Topoin.com - “Huh.., bete banget deh” sungut Lala sambil mematikan TV.

Sekarang Lala sedang sendirian di rumah. Sudah seminggu ini, Papa Lala tugas keluar kota dan rencananya baru pulang minggu depan. Mama Lala sedang pergei arisan di rumah temannya. Bombom juga pergi menginap di rumah temannya. Pembantu mereka pulang kampung menjenguk keluarganya yang sakit. Ibu peri juga jarang menjenguk Lala. Bosan menonton TV, Lala lalu pergi ke kamarnya di lantai dua.

“Coba Bombom nggak pergi, kita bisa main kayak kemarin dulu” pikir Lala.


Memang sejak pengalaman oral seksnya dengan Bombom (baca Bidadari X – 1), Lala sering mengulangi perbuatannya dengan Bombom. Tentu saja diam-diam kalo Mama dan Papa Lala lagi nggak ada dirumah. Bahkan Ibu peri pun tidak Lala beri tahu tentang aktivitasnya yang satu ini.

Lala berdiri di depan cermin besar yang ada di kamarnya. Kemudian dia melepas pakaian, BH, dan celana dalamnya. Sekarang Lala telanjang bulat sambil memandang dirinya sendiri di cermin. Lala memandangi wajahnya yang cantik manis, kulitnya yang putih mulus, dadanya yang baru tumbuh dengan puting mencuat gara-gara bombom sering gemas kalo mengulum puting itu, dan vaginanya yang terawat dengan bulu-bulu halus yang masih jarang.

“Uuhh.., enak.”, desah Lala sambil tangannya yang kiri mengelus lembut dadanya sendiri.

Sesekali dipilinnya putingnya sambil membayangkan kalo Kak Rendi yang sedang melumat putingnya itu. Tangan kanannya juga tidak Lala biarkan menganggur tetapi sibuk mengusap lembut vaginanya terutama bagian agak menonjol yang bernama klitoris seperti yang sudah dipelajari Lala dalam pelajaran anatomi tubuh manusia di sekolah. Lala merasa nikmat sekali bila klitorisnya diusap-usap, apalagi kalo dihisap mulutnya bombom. Mata Lala terpejam, kelihatannya dia asyik menikmati perbuatannya itu sampai Lala tidak menyadari kalo ada seseorang membuka pintu kamarnya.

“LALA! Apa yang kamu lakukan?!”

Lala kaget sekali. Dia segera menghentikan kegiatannya lalu menoleh ke pintu kamarnya. Ternyata disana sudah berdiri Mama Lala dengan wajah yang kelihatannya sangat marah.

“Mmaa.. Ma”, kata Lala sambil ketakutan.

“Ehm ternyata kalo lagi sendirian, kamu sering melakukan perbuatan kurang ajar seperti ini ya?!”, cibir Mama Lala.

“Mm.. maafin Lala, Ma”, jawab Lala ketakutan sambil berusaha menutupi dada dan kemaluannya.

Mama Lala mendekat sambil memandang Lala yang masih telanjang.

“Ehm.. anak kurang ajar ini rupanya sudah tumbuh jadi gadis yang cantik sekali. Sekarang aku punya kesempatan mencoba oleh-oleh dari temenku dari Belanda sambil mempraktekan apa yang kulihat dari VCD kemarin.”, pikir Mama Lala dalam hati.

“Kamu akan Mama hukum. Sekarang tunggu disini dan jangan pakai bajumu. Kalo kamu tidak mau menurut sama Mama, akan Mama beritahukan perbuatan kamu ini ke Papa.”, kata Mama Lala sambil keluar kamar.

“Iya, Ma.”, jawab Lala pelan.

Lala takut sekali kalo Mama mengadukan dia ke Papa. Lala berpikir hukuman apa yang akan dijatuhkan Mama. Apa dia akan dipukul? Tapi Lala berpikir lebih baik dipukul daripada diadukan ke Papa.

Tak lama kemudian Mama Lala kembali dengan hanya memakai kimono sambil membawa sebuah kotak. Mama menyuruh Lala berdiri mendekat. Kemudian Mama melepas kimononya. Lala kaget, ternyata Mamanya tidak memakai apa-apa di balik kimononya. Diam-diam Lala kagum terhadap Mamanya yang jelas merawat tubuhnya dengan baik. Lala mengamati wajah Mamanya yang masih cantik, tubuhnya yang masih langsing dan bagus, dadanya juga indah, besar tapi tidak turun dan masih padat, dan vagina Mamanya ternyata bulunya dicukur habis. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia