Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral! Cerita Ngewe Memek dan Anus Cathy

Viral! Cerita Ngewe Memek dan Anus Cathy

 Iklans.com - Kali ini kami akan menceritakan seorang public figure new comer presenter di industri music dan entertainment. Catherine S, atau lebih kita kenal sebagai Cathy. Seorang VJ MTV INDONESIA, gadis cantik kelahiran Jakarta Oktober 2001. dengan tinggi 170 dan berat 48kg dengan kulit putih mulus ini, tak heran mahasiswi semester 3 London School Of public Relationship ini selalu menjadi pusat perhatian. Bandingkan dengan rekannya VJ Nirina yang tingginya hanya kurang sebahu Cathy. Wajahnya yang damai dan tidak membosankan, sempurna dengan kedua lesung pipitnya.


Malam itu Cathy hanya ditemani oleh seorang pembantunya. Ortu dan saudaranya kebetulan juga sedang keluar kota. Cathy sebenarnya ingin ikut dengan mereka, tapi ia ada tugas sebagai VJ MTV harus menuntutnya siap kapanpun. Hari telah malam, Cathy pun bergegas mempersiapkan dirinya untuk pergi tidur, ia pun mencuci mukanya, dan mengenakan daster yang terbuat dari sutra berwarna biru muda. Cathy sungguh terlihat sexy dengan pakaian tidurnya itu. Tubuhnya terlihat indah dibalik kain sutra tipis itu, kedua payudaranya yang meskipun tidak terlalu besar tapi kencang dan padat, nampak menonjol jelas, benar-benar cantik dan sexy.

Ketika Cathy sudah masuk kamar dan bersiap akan tidur, ia mendengar bel berbunyi, tetapi ia tidak mempedulikannya. Hmm, biar saja pembantu yang membukakan, pikir Cathy dalam hati. Tidak lama kemudian Cathy terkejut mendengar suara ribut-ribut di ruang tengah seperti ada orang yang sedang berkelahi. Ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi. Alangkah kagetnya Cathy saat ia membuka pintu kamarnya, ia melihat segerombolan lelaki tak dikenal sedang mengobrak-abrik ruangan tengah rumahnya sembari berteriak-teriak, mereka semua terlihat membawa parang yang terhunus.

Melihat itu Cathy mencoba masuk kembali kedalam kamarnya, tetapi terlambat seorang rampok segera menangkap Cathy dan membekapnya dari belakang”Mau kemana Kamu Jangan macam-macam ya Nanti saya bunuh kamuu”, bentak rampok itu.
Cathy mencoba meronta dan berteriak minta tolong.
“Toloong, tooloong, maliing.. maliing”.
“PLAAKK”, tiba-tiba belum selesai ia berteriak, sebuah tamparan keras mendarat dipipinya yang mulus.
“DIAM KAMU!, atau saya gorok leher kamu”.
Mendengar itu Cathy terdiam ketakutan.

Rampok itu segera mengikat tangan Cathy dengan seutas tali dan didudukannya Cathy dilantai dekat kamarnya. Para rampok itu segera sibuk menjarah segala yang berharga di rumah tersebut, mereka masuk kedalam kamar dan menjarah Handphone, jam tangan perhiasan, dan sejumlah uang.
Setelah beberapa saat, seorang rampok berteriak”Mana harta yang laen? koq Cuma segini, masak rumah sebesar ini duitnya Cuma secuil? Hei Non, mana uang yang laen?”.
Nampaknya mereka tidak puas dengan hasil jarahannya.
“Tidak tahu pak. tidak ada uang lagi Cuma segitu.” jawabnya.
“Yang benar saja kamu bohong ya jawab yang benar, mana uang kamu”, Bentak seorang rampok tidak puas akan jawaban Cathy.
“Benar paak orang tua saya lagi pergi, cuman ada segitu.”.

Rampok itu menghampiri Cathy dan berjongkok didekatnya.
“Jadi ga ada uang lagi? cuman ada segini?” Tanya rampok itu.
Cathy hanya mengangguk pelan.


“Teman-teman, denger katanya cuman ada segini uangnya dikit banget, percuma nih kita cape-cape cuman dapat secuil.”
Temannya menyahutinya dengan jawaban-jawaban kasar, penuh makian.
“Hei. ini kan Cathy, VJ MTV, man” seorang rampok yang kebetulan sering menonton MTV mengenalinya.
“Gila beruntung banget gue. Cathy sayang, tiap kali liat elo di MTV gue pasti sambil ngocok nih kontol. Gue gak tahan pengin tau rasanya nunggangin elo Cathy”.
Cathy terkejut mendengarnya.
“Boleh juga kita pesta sebentar” kata rampok tersebut sembari memandangi Cathy yang ketakutan.
Semua teman-temannya yang berjumlah 7 orang berteriak setuju.
Mendengar itu, rampok tadi tersenyum dan berkata kepada Cathy”Ya udah kalo gitu manis, terpaksa non ganti rugi ke kita pake tubuh Non”, ujarnya sambil tersenyum dan membelai wajah Cathy yang cantik. Lanjut baca!


Viral! Cerita Ngewe Anal Artis Seksi

Viral! Cerita Ngewe Anal Artis Seksi

 Tradingan.com - Tamara Bleszynski dan suaminya, turun dari mobil di depan rumah mereka. Mereka baru saja berkunjung ke kerabat mereka di Bandung, dan pada pukul 11 malam ini baru bisa sampai di rumah. Pada saat mereka berdua turun dari mobil, tiba-tiba ada Panther hitam yang mendekati sambil menyalakan lampu mobil yang sangat terang. Karena silau dan kaget, Tamara tidak langsung sadar bahwa mobil tersebut telah ada di sampingnya. Segera saja pintu Panther itu terbuka dan tiga pasang tangan keluar dari dalam mobil. Yang pertama memegang tangan kiri, yang kedua menarik tangan kanannya, dan yang ketiga meraih pinggangnya dan menarik tubuhnya masuk ke Panther. Setelah Tamara masuk ke dalam. Panther tersebut langsung tancap gas.

Di dalam mobil, Tamara melihat ada lima orang yang bertampang beringas yang pertama dipanggil Boss oleh yang lain, ada juga yang Botak, yang satu lagi bermuka Bopeng dan di sampingnya ada salah satu matanya ditutup kain hitam ala bajak laut. Sedangkan di depan ada lagi yang berambut Jabrik.


“Lepaskan! Apa-apaan ini?! Tolong!” teriak Tamara sambil meronta-ronta, sementara ada tangan-tangan penculiknya menggerayangi tubuhnya. Ada yang meremas pinggulnya, mengelus pahanya, dan yang membuat Tamara menjerit kesakitan adalah Boss dan Botak yang meremas payudaranya keras-keras.
“Aaah, jangan! Jangan! Lepaskan saya! Tolong!” erang Tamara sambil berontak tanpa hasil.
Para penculik tersebut membuat Tamara seperti boneka selama perjalanan ke markas penculik tersebut. Akhirnya Panther tersebut berhenti dan dengan dipegangi oleh 4 orang masing-masing di tangan dan kaki, Tamara yang sudah kelelahan meronta selama perjalanan digotong masuk ke sebuah ruangan. Dalam ruangan itu hanya ada satu ranjang dan lemari besi.

“Ikat dia!” Boss menyuruh 4 anak buahnya mengikat tangan dan kaki Tamara ke sudut-sudut ranjang, sehingga tubuh Tamara membentuk huruf X, kaki dan tangannya membuka lebar.
“Gimana sekarang Boss?” tanya Jabrik sambil menjilati bibirnya. Dia sudah sangat terangsang, batang kemaluannya sudah menegang dari tadi.
“Kita giliran! Pertama gue, trus selanjutnya loe gantian!” putus sang Boss, “Sekarang loe semua telanjangin aja dulu dia.”
“Jangan! Jangan! Lepaskan!” Tamara mulai meronta-ronta lagi ketika Botak, Mata Satu, dan yang lainnya mendekatinya dan langsung merobek-robek bajunya sampai dia telanjang bulat. Tamara menangis sekeras-kerasnya sambil terus berusaha melepaskan diri.

“Wow, bodinya oke banget” seru Botak, “Gila, bunder ama sih loe. Gue taruhan pasti enak banget ngisep puting susu loe!” Setelah itu mereka semua langsung melepas pakaiannya masing-masing. Tamara menggigil ketakutan melihat ukuran kejantanan mereka yang luar biasa besarnya. Sementara anak buahnya menggerayangi tubuh Tamara dari pinggir ranjang, sang Boss langsung naik ke atas ranjang dan mengambil posisi di atas Tamara.

“Gimana? Loe udah siap kan Sayang? Tenang aja loe bakal ngerasain yang belon pernah loe rasain lewat suami loe!” kata si Boss sambil mengocok batang kemaluannya agar benar-benar tegang.
“Jangan! Lepaskan saya! Saya janji tidak lapor polisi!” mohon Tamara sambil menangis.
“Hush! Kita di sini mau senang-senang Sayang! Masa loe mau pergi dulu!” kata si Boss sambil mulai mengarahkan batang kejantanannya ke liang senggama Tamara.

“Jangan.. jangan.. saakkit, jaangaakkhh” Tamara berteriak-teriak ketika si Boss mulai mendorong masuk batang kejantanannya. Lanjut baca!


Heboh! Ngentol Anal Waria Toket Besar

Heboh! Ngentol Anal Waria Toket Besar

 Aopok.com - Kejadian ini sudah 3 tahun yang lalu tapi masih sering teringat di benakku. Suatu malam, jam 3 pagi, aku berkeliling di Taman Lawang, saat menikung dari lampu merah kulihat, makhluk indah ini. Tinggi semampai dengan rok mini hitam yang ketat dan memakai atasan kaos putih yang tipis sekali dan ketat. Lekuk-lekuk tubuhnya jelas menerawang dari balik pakaiannya. Aku hentikan mobil lebih kurang 4 meter dari tempat dia berdiri. Dia datang ke depan grand civic-ku, berdiri di depan 1 m dari kap mobil, berkacak pinggang. Terlihat jelas payudaranya dari balik kaos yang super tipis, tidak terlalu besar, namun indah. Tampaknya tanpa bra, dia kemudian memutar ke arah pintu kiri, kubuka pintu lalu dia naik. Namanya Rina. Dia tanya mau ke mana, aku bilang hanya ingin mutar-mutar di dekat sini sambil berkenalan dengan dia. Aku merencanakan keliling sampai ujung Kuningan dan kembali ke Taman Lawang. Dia mengajak ke rumahnya atau ke hotel, aku bilang lain kali saat ini aku hanya kepingin kenalan saja, karena aku sedang tidak “in the mood” untuk “gituan”.


Dia bilang, “Yang benar? kamu hanya ingin kenalan.” Sambil berkata begitu dia membuka 2 kancing bajuku yang teratas, jemarinya menyelusup ke dalam meraba dadaku, mempermainkan puting di dadaku dengan jarinya. Baru satu kali aku merasakan permainan seperti ini, jemarinya sangat terampil memuntir sampai aku terangsang. Dia melakukan ini mulai dari ujung utara jalan Kuningan sampai balik ke ujung selatannya jalan Kuningan. Sambil mempermainkan puting di dadaku, dia merayu untuk kencan. Mengeluarkan kata-kata, janji tentang nikmatnya kencan dengan dia, dia bilang kita lihat sampai di ujung jalan nanti apakah benar aku tidak berminat untuk mencicipi tubuhnya malam ini. Aku terangsang hebat, kuusahakan nyetir dengan konsentrasi tapi jemarinya tetap menari dan bisikan serta ajakannya membakar tubuhku.

Akhirnya kami kembali ke Taman Lawang dan memarkir mobil di belakang di tempat gelap. Jepitan yang diselingi puntiran dan tarikan-tarikan di puting dadaku makin menggila setelah mobil berhenti. Dia mulai meraba selangkanganku, akhirnya aku buka ritsluiting jeansku. Rani minta aku melepas jeansku semuanya. Jadilah aku masih memakai baju namun telanjang bulat di bagian bawah. Dia meremas kemaluanku yang sudah mengeras sejak tadi sambil jemarinya tetap memberikan rasangan dahsyat ke putingku. Kadang tarikannya terasa agak sakit namun nikmat.

Aku tidak tahan, kuraih dia lalu menciumnya. Kurasakan lidahnya bermain dengan lidahku. Aku pun meraba payudaranya dan selangkangannya. Kami saling pagut dan saling raba dengan nafsu yang memuncak, dia kemudian mengeluarkan penisnya dari balik rok mininya.
Aku bilang, “Stop! Kita cari tempat lain untuk menuntaskan ini.”
Dia bilang, “Jangan. Goyang Rani di sini saja Bang. Rani kepingin banget.”
Dia tarik bahuku agar pindah ke atas tubuhnya di jok depan kiri yang sudah rebah. Aku terangsang sekali. Takut kepergok orang karena ini public place. Tapi dia rebah dengan penis yang tegak ke atas, dia kocok-kocok sambil bilang, “Ewek Rani Bang.. Bang.. Ewek Rani Bang..” Takut kepergok, tapi nafsu kebinatanganku memuncak. Kubuka kondom dan kupasang, langsung menindih tubuh Rani. Penisku memasuki tubuhnya dan kami lupa pada dunia sekitar, aku merajamkan penisku dengan ganas. Dia mengelepar di bawah tindihanku, saling kulum saling gigit, akhirnya kita keluar barengan. Aku keluar, air maninya membasahi perut kami berdua. Pengalaman tergila yang pernah kulakukan. Wajib baca!


Wow! Ngewe Anal Janda Bidadari X 3

Wow! Ngewe Anal Janda Bidadari X 3

 Aopok.com - Lala pun mulai terangsang kembali. Kemudian Mama Lala menyuruh Lala tidur terlentang. Lalu mengambil posisi misionaris untuk memerawani Lala dengan penis mainannya itu.

“Apa yang Mama lakukan?”, tanya Lala.

“Tenang saja sayang, kamu pasti senang.”, jawab Mama Lala sambil menggesek-gesekkan kepala penis mainan itu ke memek Lala.

Lala merasa nikmat saat memeknya digesek ujung mainan Mamanya. Apalagi Mamanya mulai melumat bibirnya lagi sambil tangannya memilin putingnya yang kini semakin keras.


“Aduuh.. sakiitt Maa.”, jerit Lala karena Mama mulai berusaha memasukkan penis itu ke memeknya.

“Cuma sebentar, nanti juga enak lagi.”, jawab Mama sambil memompa penis yang baru masuk kepalanya saja.

Lala mulai merasa enak bercampur sedikit perih. Sampai..

“AAKKH.. SAKIIT MAA..”, jerit Lala ketika Mamanya tiba-tiba menekan amblas hingga penis itu menjebol selaput daranya.

Mama Lala mendiamkan dulu gerakannya agar memek Lala terbiasa dengan penis besar itu. Dia pun mencium lagi bibir anaknya dan memainkan payudara anaknya agar Lala teralihkan rasa sakit akibat jebol keperawanannya. Ketika Lala sudah agak tenang, Mama Lala mulai memompa pelan-pelan.

“Aakh.. ii.. iiya Ma. Terus Ma.”, desah Lala ketika dia mulai merasakan nikmatnya seks walaupun masih ada sedikit rasa perih. Mama Lala pun merasa keasyikan tersendiri ketika dia berperan sebagai laki-laki dengan penis mainannya itu.

“Uukkhh.. enak Ma. Terusin Ma. Lala sayang Mama.”, desis Lala.

Lala memang merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, bahkan melebihi permainannya dengan Bombom. Mama Lala semakin bersemangat mendengar desahan Lala dan diapun makin mempercepat pompaannya di memek anaknya.

“He..he.. kamu suka khan dientot sama kontol Mama ini?”, kata Mama.

“Iiya Ma. Lala suka.”, jawab Lala.

“Suka ngapain? Ayo bilang. Kamu suka dientot sama kontol Mama ini. Ayo.”, perintah Mama Lala.

“Aakkh.. Lala suka.. aakh Lala suka dientot sama kontol Mama yang gede.”, jawab Lala yang mulai terhanyut dalam permainan Mamanya.

Mama Lala senang mendengar Lala ngomong jorok begitu, dan dia pun makin gencar melakukan tusukannya sambil diselingi goyangan agar Lala bertambah nikmat.

“Uukkh.. terus Ma. Enaakk.. aakkhh.”, desah Lala sambil menggoyang pinggulnya mengikuti irama pompaan Mamanya.

“Kamu memang lonte kecil. Lonte yang suka dientot sama kontol besar.”, kata Mama Lala yang semakin terangsang dengan ngomong yang jorok-jorok.

“Iya, Ma. Lala ini lonte yang senang dientot. aakkhh Entot terus Ma.”, jawab Lala meniru kata-kata Mamanya yang jorok.

Mama Lala senang mendengar desahan dan ucapan jorok Lala. Dia menikmati melihat wajah Lala yang terangsang. Gadis cantik yang baru tumbuh dewasa itu terengah-engah keenakan. Kadang dia menggigit bibirnya menahan nikmat. Ekspresinya yang sedang terangsang membuat Lala semakin kelihatan cantik.

“Ma, Lala.. aakh.. Lala mau..”, desis Lala.

Melihat anaknya akan orgasme, Mama Lala mengangkat pantat Lala dan memompa Lala semakin cepat.

“Aakkhh.. Lala nyampe, Ma.”, erang Lala saat mencapai orgasmenya yang kedua. Lanjut baca!


Heboh! Ngentot Anal Janda Bidadari X 2

Heboh! Ngentot Anal Janda Bidadari X 2

 Topoin.com - “Huh.., bete banget deh” sungut Lala sambil mematikan TV.

Sekarang Lala sedang sendirian di rumah. Sudah seminggu ini, Papa Lala tugas keluar kota dan rencananya baru pulang minggu depan. Mama Lala sedang pergei arisan di rumah temannya. Bombom juga pergi menginap di rumah temannya. Pembantu mereka pulang kampung menjenguk keluarganya yang sakit. Ibu peri juga jarang menjenguk Lala. Bosan menonton TV, Lala lalu pergi ke kamarnya di lantai dua.

“Coba Bombom nggak pergi, kita bisa main kayak kemarin dulu” pikir Lala.


Memang sejak pengalaman oral seksnya dengan Bombom (baca Bidadari X – 1), Lala sering mengulangi perbuatannya dengan Bombom. Tentu saja diam-diam kalo Mama dan Papa Lala lagi nggak ada dirumah. Bahkan Ibu peri pun tidak Lala beri tahu tentang aktivitasnya yang satu ini.

Lala berdiri di depan cermin besar yang ada di kamarnya. Kemudian dia melepas pakaian, BH, dan celana dalamnya. Sekarang Lala telanjang bulat sambil memandang dirinya sendiri di cermin. Lala memandangi wajahnya yang cantik manis, kulitnya yang putih mulus, dadanya yang baru tumbuh dengan puting mencuat gara-gara bombom sering gemas kalo mengulum puting itu, dan vaginanya yang terawat dengan bulu-bulu halus yang masih jarang.

“Uuhh.., enak.”, desah Lala sambil tangannya yang kiri mengelus lembut dadanya sendiri.

Sesekali dipilinnya putingnya sambil membayangkan kalo Kak Rendi yang sedang melumat putingnya itu. Tangan kanannya juga tidak Lala biarkan menganggur tetapi sibuk mengusap lembut vaginanya terutama bagian agak menonjol yang bernama klitoris seperti yang sudah dipelajari Lala dalam pelajaran anatomi tubuh manusia di sekolah. Lala merasa nikmat sekali bila klitorisnya diusap-usap, apalagi kalo dihisap mulutnya bombom. Mata Lala terpejam, kelihatannya dia asyik menikmati perbuatannya itu sampai Lala tidak menyadari kalo ada seseorang membuka pintu kamarnya.

“LALA! Apa yang kamu lakukan?!”

Lala kaget sekali. Dia segera menghentikan kegiatannya lalu menoleh ke pintu kamarnya. Ternyata disana sudah berdiri Mama Lala dengan wajah yang kelihatannya sangat marah.

“Mmaa.. Ma”, kata Lala sambil ketakutan.

“Ehm ternyata kalo lagi sendirian, kamu sering melakukan perbuatan kurang ajar seperti ini ya?!”, cibir Mama Lala.

“Mm.. maafin Lala, Ma”, jawab Lala ketakutan sambil berusaha menutupi dada dan kemaluannya.

Mama Lala mendekat sambil memandang Lala yang masih telanjang.

“Ehm.. anak kurang ajar ini rupanya sudah tumbuh jadi gadis yang cantik sekali. Sekarang aku punya kesempatan mencoba oleh-oleh dari temenku dari Belanda sambil mempraktekan apa yang kulihat dari VCD kemarin.”, pikir Mama Lala dalam hati.

“Kamu akan Mama hukum. Sekarang tunggu disini dan jangan pakai bajumu. Kalo kamu tidak mau menurut sama Mama, akan Mama beritahukan perbuatan kamu ini ke Papa.”, kata Mama Lala sambil keluar kamar.

“Iya, Ma.”, jawab Lala pelan.

Lala takut sekali kalo Mama mengadukan dia ke Papa. Lala berpikir hukuman apa yang akan dijatuhkan Mama. Apa dia akan dipukul? Tapi Lala berpikir lebih baik dipukul daripada diadukan ke Papa.

Tak lama kemudian Mama Lala kembali dengan hanya memakai kimono sambil membawa sebuah kotak. Mama menyuruh Lala berdiri mendekat. Kemudian Mama melepas kimononya. Lala kaget, ternyata Mamanya tidak memakai apa-apa di balik kimononya. Diam-diam Lala kagum terhadap Mamanya yang jelas merawat tubuhnya dengan baik. Lala mengamati wajah Mamanya yang masih cantik, tubuhnya yang masih langsing dan bagus, dadanya juga indah, besar tapi tidak turun dan masih padat, dan vagina Mamanya ternyata bulunya dicukur habis. Lanjut baca!


Viral! Ngentot Anal Janda Bidadari Xxx 1

Viral! Ngentot Anal Janda Bidadari Xxx 1

 Tradingan.com - Pagi itu seperti biasanya Lala bangun dari tidurnya. Sinar mentari dari jendela kamarnya telah menyilaukan matanya dan membuatnya bangun.

“Wah, kesiangan nih!” ujar Lala menggerutu.

Segera saja gadis kecil itu beregegas menuju kamar mandi. Setelah menanggalkan semua pakaiannya ia pun mulai menyirami seluruh tubuhnya. Lalu menyabuni satu persatu anggota tubuhnya mulai dari bagian atas hingga bawah. Ketika ia menyentuh bagian vitalnya, ia terkejut karena merasakan ada sisa cairan yang sudah mengering. Tapi ia tetap meneruskan mandinya. Ia buru-buru sekali pagi itu.


Sesampainya di sekolah semuanya berjalan seperti biasa. Pelajaran yang membosankan, guru yang menyebalkan, dan semua yang membuatnya jenuh. Hal itu tetap dijalani Lala dengan hati yang lapang. Namun sewaktu istirahat, ada sesuatu yang mengganggu pikiran Lala, yaitu ketika anak laki-laki di kelasnya berkumpul di pojok belakang kelas dan tersenyum senyum sendiri sembari membolak balik sebuah buku yang terkesan disembunyikan. Karena penasaran, Lala mendekati mereka dan menanyakan perihal tersebut.

“Eh, kalian lagi baca apaan sih?”, tanya Lala penasaran.
“Oh kamu La?!, mau tau aja bacaan cowok. Sana pergi!”Jawab Bombom mewakili kerumunan anak cowok itu.
Lala semakin penasaran. Namun ia tak kuasa untuk memaksakan keingintahuannya itu. Dengan berat hati, ia beranjak pergi meninggalkan kelas.

Ketika pulang sekolah, Lala langsung menuju kamarnya. Entah mengapa rasa penasarannya belum hilang juga. Sewaktu ia sedang merebahkan dirinya di kasur mendadak Ibu peri datang.
“Ada apa sayang? Kok kamu gelisah gitu?”, tanya Ibu peri.
“Bu peri, Lala masih penasaran sama kejadian tadi siang. Lala pengen tau apa sih yang mereka baca sampe Lala nggak boleh lihat”, ujar Lala lirih.
“Sayang, mereka itu membaca buku yang tidak baik. Buku bacaan buat orang dewasa. Untunglah kamu tidak ikut membacanya”, jawab Ibu peri sembari tersenyum.
“Emangnya buku apaan sih?”, tanya Lala lagi.
“Ntar kalau kamu udah gede, kamu akan mengerti sendiri”, balas Ibu peri.
Lala mengangguk, lalu Ibu peri menghilang dari pandangan Lala. Tak lama kemudian terdengar suara Bi Inem memanggil Lala untuk segera turun makan.

Keesokan harinya di sekolah, Lala menerima pelajaran Biologi di kelas. Hari itu mereka belajar mengenai sistem reproduksi manusia. Sewaktu Ibu guru menjelaskan mengenai alat-alat reproduksi manusia, sekelompok anak lelaki tampak tersenyum cengengesan. Hal itu membuat Lala menjadi risih. Mendadak Ibu guru memnggil namanya.

“Lala, coba kamu maju ke depan. Gambarkan alat reproduksi laki-laki!”, ujar Ibu guru.
“Saya Bu?”Jawab Lala gelagapan.
“Iya, kamu!”, Bu guru mempertegas suaranya.

Sontak saja suasana kelas menjadi riuh. Anak lelaki semuanya menertawakan Lala. Hal itu membuat Lala semakin grogi dan gemetaran untuk maju ke depan.

“Kenapa kalian tertawa?”, suara Bu guru memecah keramaian.

Anak-anak terdiam. Mereka menundukkan muka masing-masing. Sementara Bombom cs masih terlihat menahan senyum sembari saling melihat satu sama lain. Bu guru menjadi kesal dibuatnya.

“Coba kamu Bom, maju ke depan. Gambarkan alat reproduksi wanita beserta fungsinya!”, ujar Bu guru lantang.
“I.. iya Bu”, jawab Bombom dengan kesal.

Lala dan Bombom lalu maju ke depan kelas. Keduanya tampak bingung karena tak tau harus menggambar apa. Terutama Lala, jangankan menggambar, melihat saja ia belum pernah. Sementara Bombom, walaupun ia pernah melihat gambar porno, tetapi ia bingung bagaimana cara menggambarkannya di depan tanpa terkesan vulgar. Di saat keduanya terdiam, bel sekolah mendadak berbunyi menyelamatkan mereka. Wajib baca!


Naked Story - Diva Fucks My Wife In Anal Sex Brutal

Naked Story - Diva Fucks My Wife In Anal Sex Brutal

Artisex.com - Fucks Story , Anal Sex Story , Wife Sex Story , Naked Story - Diva Fucks My Wife In Anal Sex Brutal , Hi i am Raj. I was naked by the side of the bed slowly playing with my cock. My wife was on the bed with Deva between her legs. Her cute feet were resting on Deva's shoulders with her toenails painted a light pastel blue. She was nicely tanned from a recent trip to the beach and that contrasted perfectly against her painted toes. Her heels sat upon his bulging traps, her arches curved over his wide shoulders with her toes resting on his back.

Read more:
Naked Story - Secret Sex Eductions Collage

Naked Story - Diva Fucks My Wife In Anal Sex Brutal


But I could not take my eyes off her pussy which was cleanly shaven except for a small patch above her clit shaped in the form of a V. Deva's tongue steadily danced on my wife's clit. She was moaning softly but was beginning to become more vocal with each touch of Deva's tongue on her pussy. He spread her lips open with one hand and the other was forcefully grabbing her tit and flicking her nipple with his fingers that were recently moistened by her mouth.

Deva occasionally pulled away and licked her pussy from top to botdevender. Her protruding pussy lips were shinning with his saliva and the wetness coming from her cunt. I could see Deva's dick as he had pulled my wife to the edge of the bed and was squatting slightly while prepping my wife for the first fuck she was going to have from another man other than me. His dick had to be close to 08 inches, at least 3 longer than mine.

It was hard as a rock criss crossed with mean looking veins. He had a dark patch of pubic hair above his manhood, but the rest of his cock and balls were clean shaven. I knew he was thick not just from viewing his dick, but also earlier when my wife took his cock into her mouth. Her hand did not fit around the base of his rod. It had a slight upswing to it and was sticking out so straight and hard that it was almost pressed up against his ripped sdevenderach.

The head was huge and bulbous with a slight purple hue and still shinning from when my wife had sucked it moments earlier. His nutsack looked as though it had damn near two tennis balls stuffed in it. It was leathery in appearance and hung low, almost too mid thigh. A few minutes ago he had dipped those balls in my wife's eager mouth. His body was totally ripped. When he stripped earlier, I could see my wife damn near drooling. Please read more...>>>

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia